Kelebihan ngaji online
Bima memilih cara online karena sulitnya mencari tempat belajar secara tatap muka di sekitarnya. “Di sini mau belajar di mana? Susah, mau cari ke mana,” ujarnya.
Selain belajar mengaji di Majelis Taklim Ar-Rayhan yang berbasis di Indonesia, Bima belajar mengaji secara privat yang infonya ia temukan di Instagram. Kelas ini berbayar, memungut biaya Rp100 ribu per pertemuan yang berlangsung satu jam setiap pekan. Bima mengaku sudah nyaman mengikuti kelas online, daripada belajar di luar rumah.
“Kalau saya lebih senang (belajar) online, ya. Jadi langsung saja pakai hijab,” komentarnya.
Devi, Fermi, dan Nawan juga sependapat, kegiatan mengaji dan kajian secara online menghemat waktu, biaya dan tenaga. Dengan metode online, tambah Nawan, “Untuk bertanya kita tidak malu, karena kita tidak langsung berhadapan dengan gurunya.”
Nawan merasa sangat nyaman mengikuti kelas online, sampai-sampai untuk kelas belajar membaca Al-Qur’an yang diselenggarakan di kotanya sendiripun, ia tetap mengikutinya secara online. Kajian-kajian keislaman setiap Sabtu, lanjutnya, setelah pandemi memang dapat dilakukan dengan berkumpul di suatu tempat. Tetapi uniknya, mereka berkumpul untuk mengikuti materi yang disampaikan secara online oleh ustaz dari Indonesia.
