Menurutnya, tujuan dari penelitian ini sebagai tolak ukur untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan berkenaan dengan korelasi prasasti yang ditemukan tahun 1987 dan prasasti tahun 2002 dengan situs Tamblingan. Isi prasasti Tamblingan dikeluarkan pada tahun 1306 Saka atau 1384 Masehi ditujukan kepada masyarakat kelompok perajin besi atau pande besi yang semula bermukim di wilayah Desa Tamblingan.
Para pande besi diinstruksikan agar kembali bertempat tinggal di Desa Tamblingan. Dalam proses pengembalian ini melibatkan para pejabat daerah yang berkedudukan di Ularan sebagai mediator dan sebagai pengawal yang memberikan jaminan keamanan lingkungan. Hal ini untuk memberikan perlindungan kepada kelompok pande besi yang diganggu oleh salah seorang tokoh yang bernama Arya Cengceng.
Hasil-hasil ekskavasi di situs Tamblingan antara lain berupa artefak dan ekofak yang sebagian besar mengacu pada aktivitas yang terkait dengan pengolahan logam. Berbagai artefak hasil ekskafasi terdapat kesejajaran informasi dalam prasasti tentang kelompok perajin logam dengan berbagai hasil produksinya. Keberadaannya didukung oleh berbagai informasi yang dimuat dalam prasasti yang ditemukan dekat situs Tamblingan dan juga prasasti-prasasti lain yang sudah ditemukan sebelumnya yang memuat informasi serupa.
