Narasumber kedua adalah I Nyoman Rema, Peneliti PR APS BRIN yang memaparkan penelitiannya yang berjudul Siwa Buddha Tattwa Dalam Prasasti Bali Kuno Abad VIII-XI. Dalam penelitiannya, Nyoman Rema melihat dalam prasasti Bali Kuno, baik yang berbahan tanah liat maupun berbahan tembaga memiliki dimensi ekonomi, dimensi sejarah, dimensi sosial, dan lain sebagainya. Salah satu dari dimensi prasasti tersebut adalah dimensi keagamaan. “Dimensi keagamaan yang dimaksud ada dalam bentuk ajaran dan ada juga yang dituangkan dalam bentuk hukum,” jelas Nyoman Rema.
Sedangkan narasumber ketiga adalah Ni Ketut Puji Astiti Laksmi, Dosen Program Studi Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Puji Laksmi memaparkan penelitian yang berjudul Sebaran Pemukiman Pada Masa Bali Kuno Abad IX-XIV di Kabupaten Tabanan Berdasarkan Kajian Prasasti dan Toponimi.
Sejak manusia mulai hidup menetap, pemukiman menjadi suatu kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pada awalnya, pemukiman yang dibangun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik. Namun, dalam perkembangannya pemilihan dan kepemilikan pemukiman berkembang menjadi kebutuhan psikologis, estetika, status sosial, dan ekonomi.
