Triyanto menambahkan, untuk menjaga keberlangsungan hidup Sidat diperlukan alat tangkap yang sesuai. Benih sidat atau dikenal dengan glass eel harus hidup dalam habitat yang sehat. Tak hanya itu, Triyanto juga mengingatkan pentingnya konektivitas sungai atau dukungan ekosistem air mengalir (lotic ecosystem) bagi Sidat, karena habitat tersebut sebagai sumber makanan, ketersediaan habitat, siklus nutrisi dan sebagai persediaan air.
Pemasangan Tagging
Terkait upaya pemantauan keberlangsungan hidup Sidat, Rahmi Dina, Peneliti PRLSDA BRIN punya solusi. Rahmi menjelaskan untuk memantau pola migrasi, pertumbuhan, kelimpahan, dan angka kematian Sidat dapat dilakukan dengan pemasangan tanda identitas (tagging) pada individu ikan tertentu, termasuk pada Sidat.
Metode pemasangan tagging dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Tagging internal dimasukkan ke dalam tubuh, sedangkan eksternal dipasang di luar tubuh. Dalam tagging tersebut terdapat informasi nomor, lokasi, waktu dan ukuran ikan. Dengan tagging kita dapat memantau pergerakan ikan, sehingga upaya kita untuk menjaga keberlangsunga hidup Sidat dapat tercapai, ujar Rahmi.
