Menurutnya jalan air (ikan) yang dikenal dengan istilah fish way secara fisik dapat sebagai penahan dan penampung air dengan sistem buka-tutup. “Tetapi secara biologis untuk ikan-ikan yang migrasi belum tentu sesuai, harus diteliti efektivitasnya,” kata Prof Krismono dikutip dari darilaut.id.
Krismono dan tim KKP, telah melakukan penelitian bertahun-tahun di Danau Limboto. Selain hasil penelitian, telah diterbitkan dua buku tentang kondisi Danau Limboto.
Tahun ini, Juni 2019, Prof Krismono dan tim menerbitkan lagi buku dengan judul “Status Terkini Ekologi dan Perikanan di Danau Limboto.” Editor buku ini Dr Sigid Hariyadi dan Dr Joni Haryadi D.
Selain sidat dalam bahasa lokal Gorontalo disebut sogili, ikan yang migrasi dari Danau Limboto ke laut yakni belanak (Mugil sp.) dan pepetek.
Adapun jenis ikan di Danau Limboto, antara lain: Payangga (Ophieleotris aporos), Manggabai (Glossogobius giuris), Dumbaya/Betok (Anabas testudineus).
Ikan introduksi di Danau Limboto seperti Nila (Oreochromis niloticus), Mujair (Oreochromis mosambicus), Saribu/Sepat (Trichogaster pectoralis) dan Gabus (Chana striata). Terdapat pula udang kecil (Palaemon sp), Tawes (Barbonymus gonionotus), Sepat (Trichogaster pectoralis) dan kepiting. (timur)
