Harli pun berjanji akan mengumumkan kepada publik apabila ada perkembangan terkait rencana pemeriksaan mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
“Kami berjanji bahwa, kalau memang ada perkembangan, kami akan segera melakukan update,” tukasnya.
Sebelumnya, Airlangga Hartarto atas AH dikabarkan telah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Mundurnya AH secara tiba-tiba ini banyak diasumsikan dengan penanganan perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) oleh Kejagung.
Ini mengingat AH sebelumnya pernah diperiksa di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2023) lalu. Pemeriksaan itu menyusul penetapan tiga tersangka korporasi dalam perkara tersebut pada Kamis (15/6/2024) lalu, yang masing-masing di antaranya Wilmar Group, Musimas, dan Permata Hijau.
Saat diperiksa, AH telah dicecar sebanyak 46 pertanyaan oleh penyidik di bawah komando Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah itu. (Yudha Krastawan)
