Pada awalnya, Gheriya berpikir tidak dapat mengakses layanan JKN karena daerah domisili dan Faskesnya tidak tercatat di daerah tersebut. Atau bisa dikatakan tidak bisa berobat diluar Faskes yang dipilihnya. Dengan luka separah itu, tentunya yang terlintas dipikirannya saat itu adalah besarnya biaya yang akan dikeluarkan baik pada saat kejadian dan rawat jalan. Sedangkan ia masih mahasiswa yang belum punya penghasilan, jadi biaya juga salah satu yang menjadi kekhawatirannya.
“Saya agak ragu menunjukkan Kartu JKN digital saya via aplikasi MobileJKN ke petugas admin, takut sekali ditolak, takut tidak dilayani dengan baik. Tapi ternyata semua pikiran saya salah. Saya langsung bisa berobat dan bisa dijamin dengan JKN, tanpa ribet sama sekali. Selama saya dirawat inap dan rawat jalan, saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Takjub sih, perawat, dokter dan petugas di rumah sakit sangat baik ke saya. Semua rumor terbantahkan ketika saya mengalami dan merasakannya sendiri,” kata Gheriya.
Dengan segala kemudahan yang diperolehnya, Gheriya sangat berterima kasih kepada Program JKN yang telah dihadirkan oleh negara. Serta kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN dan fasilitas kesehatan sebagai penyedia layanan kesehatan. Menurut Gheriya, pelayanan yang ia dapatkan selama menggunakan program JKN sudah sangat baik.
