“Kami selalu menyarankan agar ahli waris tidak menandatangani R&D karena itu berarti mereka kehilangan hak untuk menuntut Boeing,” tambahnya.
Rossano menduga bahwa terdakwa bersama komplotannya telah melakukan intimidasi terhadap keluarga korban untuk mengikuti rencana mereka. Bentuk intimidasi tersebut termasuk upaya untuk mencabut pengaduan di kepolisian dan memberikan kuasa baru kepada terdakwa.
Dalam sebuah surat yang ditulis Donbosko Roli kepada kantor Danto dan Tomi & Rekan, ia meminta pendampingan untuk melaporkan kasus ini ke polisi. “Donbosko menyampaikan bahwa uang santunan telah dirampas oleh terdakwa dengan cara yang terencana,” jelas Rossano.
Rossano menekankan bahwa terdakwa menggunakan berbagai cara, termasuk memanfaatkan uang yang dipinjam dari asuransi atas nama keluarga korban, untuk membiayai operasi mereka. “Ini bukan bentuk bantuan, melainkan manipulasi yang kejam,” katanya.
Ia juga meminta agar kesaksian Kanisius Kila dan Veronika Osi di persidangan diulang. “Kami menduga mereka memberikan keterangan di bawah tekanan atau pengaruh dari pihak terdakwa,” katanya.
