Dari segi pertumbuhan ekonomi, Kemendag dapat menyampaikan data bahwa dalam Statistik Makro Ekonomi tahun 2023-2024, nilai konsumsi rumah tangga di Kuartal IV tahun 2023 memang turun dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni menjadi 4,83%. Namun kemudian naik lagi di kuartal 1 tahun 2024 dan stabil sampai kuartal IV (4,91% – 4,98%).
Perinciannya, pada tahun 2024 terjadi pertumbuhan lapangan usaha di sektor akomodasi, makanan, dan minuman sebesar 8,56%. Artinya sektor ini masih terus tumbuh dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Tahun 2024, Nilai pasar FMCG di Indonesia tumbuh sebesar 7%, lalu market size jasa boga (penyedia makanan dan minuman) di Indonesia terus mengalami pertumbuhan 13% per tahun,” imbuhnya.
Iqbal menjelaskan ada banyak faktor beralihnya masyarakat pada produk-produk dalam negeri. “Mungkin salah satu faktornya fatwa MUI, akan tetapi bisa juga memang tren perubahan konsep ekomonis anak – anak muda yang tidak terpengaruh dengan brand internasional,” urainya.
