Diungkapnya, paling banyak orang asing tinggal sementara di apartemen, di indekos di Otista, serta tersebar juga di Pulo Gadung.
“Jadi banyak tempat-tempat penginapan sifatnya tidak resmi juga banyak sekarang, Kos-kosan juga banyak, tempat penginapan yang statusnya enggak jelas juga banyak. Itu yang menyulitkan kita untuk memeriksa ke seluruh wilayah,” jelasnya.
“Tujuan kegiatan ini juga untuk menyinergikan, untuk bertukar informasi. Seperti ini kan informasi mengenai bagaimana orang asing berinvestasi, apa saja yang dibutuhkan,” tambahnya.
Sebagai informasi kegiatan Timpora tersebut melibatkan sejumlah instansi dari Kejaksaan, BKPM, Dinas Tenaga Kerja, Polri, BAIS, BIN, hingga Kesbangpol Jakarta Timur. (Joesvicar Iqbal)
