Lanjutnya, masa remaja merupakan fase eksplorasi identitas. Tanpa bimbingan yang tepat, keingintahuan remaja akan dunia maya dapat menjerumuskan mereka pada praktik judi daring. Peran keluarga sangat penting melalui keteladanan, komunikasi terbuka, dan dukungan emosional agar remaja tidak merasa terasing.
Sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah dan lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, keluarga memiliki tanggung jawab besar menciptakan atmosfer edukatif yang membangun karakter, disiplin, dan tanggung jawab sosial. Lingkungan keluarga yang sehat dan penuh perhatian dapat mencegah anak mencoba judi online.
“Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PTKPT) tidak hanya bertugas menangani kekerasan, namun juga berperan strategis dalam mengatasi dampak negatif judi online di kampus,” kata Subardin.
“Kolaborasi antara Satgas, pimpinan kampus, dosen, dan mahasiswa perlu diperkuat demi menciptakan lingkungan akademik yang aman dan bebas dari praktik perjudian,” tambahnya.
