Pelayanan yang sangat baik menurut pengalaman Vyto digambarkan dengan sikap petugas medis dan non medis yang sangat informatif menjelaskan prosedur secara rinci disertai sikap ramah terhadapnya.
Meskipun ada satu titik ia harus menunggu cukup lama untuk pengambilan obat, namun dirinya tidak terlalu mempermasalahkannya mengingat jumlah pengguna JKN yang bisa terbilang ramai.
Selain merasakan secara pribadi, ia mengungkapkan bahwa Program JKN juga membantu keluarganya, termasuk kedua orang tuanya menggunakan jaminan ini untuk pengobatan rutin penyakit kronis.
Sang ayah rutin menjalani kontrol tekanan darah tinggi, sementara ibunya menderita diabetes, keduanya tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dan mendapatkan obat secara gratis setiap bulan.
“Pengalaman yang paling mendalam yang dialami keluarga saya itu saat pandemi COVID-19 melanda tahun 2020, ayah saya terjangkit dan mengalami gejala berat dibarengi dengan penyakit badai sitokin, sampai-sampai harus dirawat secara intensif dan masuk ruang ICU, lalu dirawat selama 40 hari lamanya di rumah sakit. Saat itu kalau ga ada BPJS Kesehatan keluarga saya harus merogoh kocek sekitar 80 sampai 100 juta, dari pengalaman itu kami sadar betul manfaat jaminan ini,” imbuh Vyto.
