Salah satu penyintas dari Desa Boru, Rofina menceritakan bagaimana kehidupan setelah evakuasi ke huntara.
“Air bersih dan listrik tersedia, beberapa bahan makanan juga diberikan secara berkala tak hanya dari pemerintah daerah saja tapi berbagai komunitas kemanusiaan juga mengirim beberapa bantuan sembako pangan,” ungkap Rofina di huntara Konga, Sabtu (24/5/2025).
“Dalam kondisi seperti ini, pelan-pelan kami berusaha bangkit kembali,” tambahnya.
Selain itu, kebutuhan pendidikan bagi anak-anak penyintas tingkat SD dan PAUD juga didukung. Mulai dari sekolah lapangan di tenda daruat hingga pembangunan sembilan Ruang Belajar Sementara untuk mengakomodir 1.492 siswa.
“Harapannya ruang ini bukan hanya menjadi tempat belajar tapi juga memupuk semangat untuk meraih masa depan di tengah keterbatasan”.
Ruang belajar ini dibangun oleh komunitas Save The Children bersama Komunitas Pahlawan Anak, Circle of Imagine Society Timor, Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana Nusa Tenggara Timur dan Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial Larantuka.
