Sebanyak 450 unit huntara tahap I dan II sudah dihuni oleh 450 Kepala Keluarga (KK). Saat ini BNPB bersama unsur terkait membangun huntara tahap III untuk memastikan penyintas yang masih berada di pos lapangan dapat segera dipindahkan ke lokasi tempat tinggal lebih layak.
Kepala BNPB, Suharyanto menekankan bahwa huntara menjadi opsi terbaik saat ini untuk relokasi masyarakat di luar zona bahaya. Mengingat status Gunung Lewotobi Laki-Laki telah naik menjadi level IV atau Awas.
“Kita harus hidup berdampingan dengan Gunung Lewotobi Laki-Laki, walau kondisinya naik turun, terpenting masyarakat berada di luar zona bahaya dapat beraktivitas seperti biasa dengan aman,” kata Suharyanto saat berdialog dengan pengungsi di Pos Lapangan Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur.
Suharyanto pun menekankan kembali bahwa huntara bukanlah solusi akhir. Dia menyatakan bahwa hunian tetap (huntap) akan segera dibangun. Menjadi prioritas dan solusi terbaik untuk keamanan masyarakat ke depannya dalam hidup berdampingan dengan potensi erupsi Gunung Lewotobi.
