Kegiatan tersebut sekaligus sebagai ruang refleksi bersama, sekaligus seruan publik menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli.
Nadia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki regulasi melalui PP 109/2012 dan kini sudah ada PP 28/2024, namun implementasi dan pengawasannya di lapangan masih perlu dukungan.
Dia pun menyebut MPOWER, enam strategi global pengendalian tembakau dari World Health Organization (WHO), sebagai kerangka kerja seharusnya bisa mempercepat pencapaian Indonesia jika dijalankan menyeluruh.
“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menerapkan strategi pengendalian tembakau dengan MPOWER melalui koordinasi dan kolaborasi. Kami sedang mengupayakan pemantauan dan penegakan yang utuh.” imbuh Nadia.
Sorotan tajam datang dari Beladenta Amalia, Project Lead Tobacco Control CISDI yang menilai Indonesia masih tertinggal dengan negara lain yang sudah fokus mengelola cukai untuk pengendalian tembakau berkelanjutan.
Lalu Indonesia masih bergulat apakah cukai perlu dinaikkan atau tidak.
