Sementara itu, Perwakilan Karang Taruna Cipedak, Izhar Musyafa menilai bahwa orang muda memiliki peran strategis untuk memastikan keberlanjutan inisiatif ini.
“Best practice di Turki menunjukkan bahwa kawasan bebas rokok bisa terjaga jika komunitas mudanya terlibat aktif. Kami ingin hal sama terjadi di Cipedak. Peran kami adalah memastikan kampung KTR tak hanya bertahan, tapi juga menginspirasi kampung lain untuk ikut menerapkan,” kata Izhar.
Sejumlah pihak berharap kegiatan ini menjadi contoh bahwa pengendalian tembakau tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga gotong royong warga.
“Dengan dukungan semua pihak, Jakarta dapat menjadi kota aman, sehat, dan bebas asap rokok, dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu kampung”. (Joesvicar Iqbal)
