Berdasarkan hasil asesmen Kemensos, Nenek Rumi tinggal di rumah kecil dengan atap bocor dan dinding rapuh. Nenek Rumi yang kini lansia harus merawat dan menghidupi kedua anaknya dengan pekerjaan serabutan lantaran suaminya telah meninggal dunia 3 tahun silam.
Tercatat, nenek Rumi memiliki 3 anak. Anak ke-1, Anas mengalami lumpuh kaki. Anak ke-2, kesehariannya hanya diam dan tidak mau bicara kecuali pada ibunya. Lalu, anak ke-3, Mimin, bekerja sebagai buruh pabrik di Tangerang.
Mimin hanya sesekali mengirim uang dengan nominal beragam tiap bulannya. Sementara Anas dan Madhafi juga sudah pernah dibawa berobat medis hingga alternatif. Tapi, tidak ada perubahan dan terkendala biaya. Akibatnya, pengobatan tidak dilanjutkan.
Di tengah kondisi sulit, Nenek Rumi hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tak tentu. Saat musim tanam padi, ia bekerja di lahan orang lain dengan upah Rp15 ribu per hari. Saat tak musim tanam, ia memanen singkong dengan upah bagi hasil dengan pemilik kebun.
