“Sisi mentalnya lebih bagus, berharap kaula muda, Gen Z bisa ikut meramaikan dan olahraga (lempar pisau) ini bisa menjadi alternatif”.
Kegiatan itu sengaja mengundang beberapa komunitas dan sekaligus menyosialisasikannya kepada mereka Gen Z dan milenial. Karena ke depan akan ada banyak event serupa yang digagas. Karena di Indonesia ada satu Induk Organisasi Inorga untuk olahraga lempar pisau itu.
“Ada hajat besar akan dilaksanakan pada tahun 2027 di Palu, ada Pornas penyelenggaranya Kormi. Harapannya ada spot-spot baru bisa menjaring banyak potensi untuk menelurkan atlet-atlet lempar pisau yang baru. Karena di Pornas Nusa Tenggara Barat (NTB) saja olahraga lempar pisau.itu diikuti oleh 40 atlet mewakili DKI Jakarta,” bebernya.
“Harapannya ke depan yang mewakili DKI Jakarta kalau bisa 200 orang, artinya memang membutuhkan atlet baru, bibit baru. Karena selama ini perkembangan olahraga lempar pisau masih pada on komunitas saja, penyebarannya tidak masif. Inginnya sih diadakan di TMII, jadi oh ternyata ada loh olahraga lempar pisau, segmentasi usia pelemparnya bisa sampai tua. Prospeknya bagus. Memasyarakatkan lempar pisau”.

