Selama ini terkesan olahraga ini eksklusif di kalangan tertentu saja, dulu olahraga lempar pisau dikembangkan di kalangan militer dengan bentuk bilah disesuaikan dengan bentuk kombatnya.
“Tapi di kalangan masyarakat saat ini (olahraga lempar pisau) lebih pada tingkat akurasinya,” ujar Ali.
Sementara, Operator Rumah Tempa Golok Anjungan DKI Jakarta TMII, Aken mengatakan, kegiatan akhir pekan ini adalah sebuah acara yang sama-sama mengombinasikan proses pembuatan pisau dan pengaplikasian sebilah pisau.
“Jadi mulai dari membuatnya dan menggunakan pisau sebagai alat yang dilempar. Giat ini menggandeng Resimen Mahasiswa Univesitas Indonesia dan Anjungan DKI Jakarta serta TMII,” terang Aken.
Acara yang membangun sinergitas antara pihak mahasiswa dan praktisi di lapangan sebagai pengguna pisau. Sehingga ada edukasi di dalam kegiatan digelar, sama-sama mengkaji bahan material pisau terbaiknya dari apa? Desain terbaiknya dibuat, bagaimana? Hingga belajar mengadaptasi pisau yang dibuat seperti apa?
Target ke depan, sambung Aken, Anjungan DKI Jakarta ingin memunculkan bibit-bibit muda berbakat, ingin melahirkan atlet lempar pisau yang baru. Sekali lagi kegiatan Artisani Bilah ini ada edukasi diberikan kepada peserta dan pengunjung Anjungan DKI, terkait bahan dasar digunakan untuk membuat bilah pisau, teknik tempa bilah, bentuk desain pisau untuk digunakan sebagai pisau lempar agar cepat melesat di udara, efisien dan efektif agar pisau bisa menancap, mendarat pada target medianya.

