Karena mereka ada juga yang memasukkan unsur seni. Lalu di Ciamis ada bilah yang bentuknya diukir, digambar diatas materialnya.
“Memang sedikit tabu, terutama beberapa orang mungkin memandang bentuk pusakanya dilempar, tetapi belum ditemukan korelasi kalau senjata pusaka di Indonesia penggunaannya dilempar,” imbuhnya.
“Lagi-lagi ini kan transformasi penggunaan bilah sekarang dijadikan sebagai alat untuk olahraga, tentunya semua terukur dan mengutamakan keamanan,” tambahnya.
Sejurus Ali mengungkapkan bahwa sejumlah peserta mengikuti acara dan olahraga lempar pisau sangat antusias. Sebanyak 60 orang berikut mereka yang turut membawa keluarga dan belum lagi yang on the spot ada 50 orang pengunjung.
Bisa dikatakan saat ini olahraga lempar pisau sudah digandrungi mereka yang usia muda-lanjut usia/lansia (25-60 tahun) aktif melakukan olahraga lempar pisau.
Karena olahraga lempar pisau ini tidak diburu-buru. Tidak perlu tergesa-gesa, olahraga ini menjadikan media lebih pada dalam melatih akurasi, dan pada prinsipnya sama seperti olahraga panahan, dan olahraga tembak.

