Namun, pernyataan itu berbeda dengan keterangan dari pihak keamanan (sekuriti) perusahaan.
Saat dikonfirmasi awak media, sekuriti yang bertugas mengaku tidak ada kecelakaan kerja fatal di pabrik tersebut. “Paling kalau kecelakaan kerja (sampai) yang meninggal belum ada, hanya kecelakaan kecil, kena pukul jarinya saja karena kerjaan ada bahan yang dipukul pakai palu,” ujar sekuriti perusahaan yang tak ingin disebutkan identitasnya.
Dia juga menambahkan bahwa perusahaan sudah mempekerjakan beberapa warga setempat.
Menurut sekuriti itu, pimpinan perusahaan tidak bisa berbahasa Indonesia dan komunikasi dengan awak media biasanya diurus oleh Pak Ragil, yang saat ini sedang tidak berada di kantor.
Sekuriti juga menjelaskan jika pabrik di Jombang itu hanya cabang, sedangkan kantor pusat berada di wilayah Surabaya dan Gresik.
Tak hanya itu, persoalan lain yang mencuat adalah terkait perizinan. Dikonfirmasi awak media secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum mengaku tidak mengetahui keberadaan pabrik bata ringan di wilayahnya.
