“Karena kita santri dan semua guru Diniyah ikut memperingatinya. Dihadiri para guru Diniyah dan Takmiliyah sebanyak 1.500 orang disini. Biasanya (Hari Santri Nasional) diperingati di masing-masing wilayah Jakarta setiap tahun, kali ini fokus disatukan di Masjid Agung At Tin Jakarta Timur untuk kebersamaan,” tutur Ahmad Munthoi usai acara doa bersama, Selasa.
Sehingga diharapkan setelah acara, para guru Diniyah-Takmiliyah di Jakarta terlihat eksistensi dan keberadaannya yang turut memberikan kontribusi bagi bangsa. Guru Diniyah-Takmiliyah ini ada dan terus mengajar, sama-sama bergerak ingin mencerdaskan anak bangsa.
“Harapan kami dengan istighosah dan doa bersama ini, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bisa melihat. Semangat ini yang ingin kami gaungkan kepada pemerintah, meski dengan keterbatasan sarana di madrasah kami tetap bertahan,” katanya
Lebih lanjut, Ahmad Munthoi menjelaskan, hingga hari ini, Pemda dan Kanwil Agama cukup mengayomi para guru honorer, namun sebetulnya dari sisi kesejahteraan dan anggaran masih sangat jauh. Namun secara pembinaan dan kerjasama sangat bersinergi.
