“Jadi, jujur, inilah beban perkara yang paling berat yang pernah saya alami, saya menyidangkan teman-teman saya,” ucapnya.
“Kenapa ini kok bisa terjadi?” sambungnya.
Sementara itu, terdakwa Djuyamto menyampaikan penyesalannya. Dengan suara bergetar, ia mengaku bertanggung jawab penuh atas perbuatannya.
“Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, saya lah yang menghancurkan…,” uca Djuyamto menahan tangis.
“Mohon izin Yang Mulia, saya lah yang menghancurkan karier saya sendiri, saya tidak menyalahkan siapa-siapa, saya bertanggungjawab atas semua kesalahan yang saya lakukan, dan saya siap menjalani hukuman,” lanjutnya.
Sidang kasus suap yang menyeret para penegak hukum ini ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan, Rabu, 29 Oktober 2025, dengan agenda pembacaan tuntutan pidana terhadap Djuyamto dkk. (far)
