Fungsi ekologis RTH di Palembang sangat krusial. RTH berperan sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen, penurun suhu udara, hingga penahan banjir. Di sisi lain, keberadaan taman dan hutan kota juga memberi ruang hidup bagi burung dan satwa kecil yang masih bertahan di tengah urbanisasi. Konsep ekowisata menekankan pada pengalaman wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam konteks Palembang, RTH dapat dioptimalkan menjadi destinasi ekowisata yang menarik. Taman kota bisa menjadi tempat wisata murah meriah yang ramah keluarga, sekaligus ruang edukasi lingkungan bagi anak-anak. Tepian Sungai Musi yang bersejarah dapat dikembangkan sebagai ekowisata berbasis air, seperti paket wisata “jelajah hijau Musi” yang mengombinasikan wisata perahu, edukasi lingkungan sungai, dan pertunjukan budaya lokal. Selain itu, aktivitas seperti jogging, birdwatching, fotografi alam, hingga festival budaya ramah lingkungan bisa menjadi daya tarik wisatawan. Dengan pengelolaan yang tepat, RTH di Palembang dapat menghadirkan pengalaman unik berwisata sambil belajar menjaga alam.

