Peristiwa kesurupan massal seperti ini bukan yang pertama terjadi di wilayah Bogor. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah sekolah dan pabrik di Jawa Barat pernah mengalami kejadian serupa. Banyak yang mengaitkannya dengan hal gaib, namun ahli psikologi menyebut fenomena itu lebih berkaitan dengan histeria massal atau mass psychogenic illness.
Menurut Dr. Andini Rahmawati, psikolog sosial dari Universitas Indonesia, kesurupan massal sering muncul pada komunitas tertutup dengan tingkat stres tinggi dan sugesti sosial kuat.
“Dalam situasi panik, ketegangan emosional bisa menular. Satu orang mengalami gejala emosional ekstrem, lalu yang lain menirunya tanpa sadar. Ini bentuk pelepasan stres kolektif,” jelasnya.
Ia menambahkan, peristiwa lingkungan seperti badai, kerusakan, atau perasaan takut akibat kejadian tak terduga sering menjadi pemicu.
“Ketika muncul pemicu yang mengancam, apalagi disertai kepercayaan lokal tentang roh atau makhluk halus, tubuh dan pikiran bisa bereaksi secara bersamaan,” tambahnya.
