Atas insiden ini, PMTI mendesak Pandji untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Toraja.
“Kami menuntut Pandji meminta maaf secara terbuka. Ini bukan sekadar urusan satu suku, tapi pelajaran agar siapa pun tidak seenaknya mempermainkan budaya orang lain, meskipun dalam konteks humor,” tegasnya.
Menurut Amson, humor seharusnya digunakan untuk membangun kesadaran dan mempererat keberagaman, bukan memperkuat stereotip negatif.
“Tidak semua hal bisa dijadikan bahan tertawaan. Bagi kami, ini bukan lucu, tapi menyakitkan. Terlebih diucapkan oleh publik figur,” katanya.
Dalam video yang beredar luas, Pandji terdengar menyampaikan bahwa banyak warga Toraja jatuh miskin karena memaksakan diri menggelar pesta kematian, serta menyebut jenazah yang belum dimakamkan dibiarkan di ruang tamu di depan televisi.
Pernyataan tersebut memicu gelombang reaksi keras dari warganet di berbagai platform media sosial. Banyak yang menilai materi komedi Pandji kali ini telah melewati batas dan tidak menghargai budaya lokal yang memiliki nilai luhur tinggi.
