Pengelolaan bahan organik juga memegang peran kunci. Penumpukan tandan kosong kelapa sawit (TKKS), aplikasi kompos, serta distribusi serasah di gawangan mati memperbaiki kandungan bahan organik tanah hingga ke lapisan yang lebih dalam.
Tanah yang kaya bahan organik memiliki kapasitas simpan air lebih tinggi dan lebih tahan terhadap pemadatan. Ini bukan hanya soal kesuburan, tetapi juga tentang ketahanan lanskap terhadap hujan ekstrem.
Tantangan yang lebih kompleks muncul pada lahan-lahan khusus, seperti tanah spodosol dan gambut. Spodosol memiliki lapisan padas yang keras dan sangat membatasi pergerakan air dan akar. Di sinilah inovasi seperti sistem tanam lubang besar (big hole system) dan pengaturan drainase berperan penting.
Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang secara alami memiliki keterbatasan pun tetap dapat dikelola secara produktif tanpa meningkatkan risiko hidrologis.
Pada lahan gambut, prinsip kehati-hatian menjadi lebih krusial. Kunci pengelolaan gambut bukan mengeringkan, melainkan mengatur air. Kedalaman muka air harus dipertahankan pada kisaran yang aman agar gambut tidak mengalami pengeringan berlebihan yang bersifat irreversibel.
