Kedai yang memiliki karakter aroma kopi pada umumnya dari floral, fruity, spicy, honey, herb, hingga nutty yang dipengaruhi varietas, proses, dan metode seduh untuk pengalaman ngopi itu sendiri.
“Kalau kedai kita variatif espressonya mulai dari Rp 8 ribu, sampai paling mahal Rp 25 ribu divarian minuman v60 yang manual. Untuk semua kopi susu milk base itu menggunakan full robusta dan untuk americano kita gunakan full arabika”.
Sejauh ini, kata Edward, omzet harian untuk kedai masih sekitar Rp 2 juta, tetapi weekend bisa mencapai Rp 3 juta.
“Kedai mulai terlihat kalau weekend pengunjungnya ramai, ya pegawai kantoran, Aparatur Sipil Negara (ASN) sampai emak-emak mampir ke Kedai Kopi Bemo,” ungkapnya.
Untuk saat ini, dia bakal fokus untuk menjalani bisnis usaha kedai kopinya agar bisa dapat benar-benar diterima masyarakat.
“Tak hanya cuma (masyarakat) di Wilayah Rawamangun saja tapi juga masyarakat di sekelilingnya seperti Kelapa Gading, Duren Sawit, juga Klender. Setelah ini stabil aman dan bertahan baru pikirkan untuk buka cabang kedai berikutnya,” jelas Edward.
