Edward menjelaskan, mulanya toko hanya menjual kopi Lampung kini sudah ada 50 varian jenis kopi, terbagi untuk 30 varian kopi di toko Kopi Cap Bemo di lantai 1, kemudian 20 varian jenis lainnya di kedai kopi.
“Kita juga memasok (supply) ke beberapa hotel, kafe dan resto,” katanya.
Terpisah, Kepala Pasar Rawamangun Alvi Rahim mengatakan, dengan kehadiran kedai kopi legendaris ini menjadi napas baru yang menghidupkan kembali gairah Pasar Rawamangun, sekaligus menjadi pemantik optimisme bagi para pedagang yang sempat lesu dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini membuktikan bahwa pasar tradisional kini telah bertransformasi; tidak sekadar tempat transaksi komoditas pangan, tetapi juga sebagai destinasi kuliner dan ruang edukasi cita rasa kopi nusantara, yang pada akhirnya mempertegas posisinya sebagai ikon baru kebanggaan masyarakat,” kata Alvi.
Sebelumnya, para pecinta kopi dan komunitas wajib tahu di Pasar Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, memiliki satu surganya biji kopi nusantara pilihan. Yap, di pasar modern tersebut terdapat Toko Kopi Cap Bemo yang sudah berdiri sejak tahun 1965 hingga saat ini.
