“Khususnya di wilayah Rawamangun Kopi Cap Bemo sudah cukup dikenal, semua warga Rawamangun pasti minum kopi Bemo,” ucap Edward tersenyum.
Kenapa dinamakan Kopi Cap Bemo? Edward menjelaskan, beberapa pasar tradisional mempunyai jagoan kopinya masing-masing. Disebutkan dia, contohnya, di wilayah Jatinegara ada kopi Biskota, dan Sedan, di Bogor ada kopi Oplet, di Senen ada Bajaj. Nah, khususnya di Pasar Rawamangun ini ada kopi Cap Bemo.
Lantaran pada tahun 1965, persisnya di depan Pasar Rawamangun sekitar terminal dulu sempat ada pangkalan Bemo. Namun mungkin ketika itu tidak tereksplore jauh, maka dinamakan dan tercipta Kopi Cap Bemo ini, mereknya pun sudah dipatenkan.
“Kebetulan disini ada Terminal Rawamangun, cukup membantu orang yang dari Jakarta ke luar kota begitu sebaliknya mampir beli kopi disini. Sama halnya karyawan PO bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) juga berburu kopi disini. Bus malam kan dulu kemari juga, sopir dan kernetnya ya kemari juga”.
Bahkan di sini dekat dengan kawasan Industri Pulogadung, mall, kampus dan pegawai instansi pemerintah. Mereka mampir untuk berburu kopi di Pasar Rawamangun.
