“Penyebarluasan informasi peringatan dini, simulasi evakuasi, serta kesiapan personel dan peralatan jadi langkah krusial dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material,” jelasnya.
Lebih lanjut, BNPB mengajak seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta melakukan langkah mitigasi mandiri seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon rawan tumbang, dan menyiapkan rencana evakuasi keluarga.
Kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta mempercepat penanganan dan pemulihan dampak bencana di berbagai wilayah.
Berbeda dengan karakteristik di luar Pulau Jawa, karhutla di Riau tercatat mencapai kurang lebih 566,8 hektar sejak awal tahun, sedangkan di Kalimantan Barat terjadi penambahan luasan terbakar di Kota Singkawang.
“Berkaca kejadian di wilayah Riau dan Kalimantan Barat tersebut, BNPB mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi kering seperti karhutla dapat meningkat di wilayah lain akibat curah hujan rendah dan kondisi lahan gambut mudah terbakar,” tukasnya.
