Menurut dia, kecanggihan sistem pembayaran digital juga telah memberikan dampak positif dengan memudahkan masyarakat bertransaksi dimana pun dan kapan pun, misalnya saat pembayaran pada platforme-commerce.
“Transaksi yang positif juga lebih banyak. Jadi jangan salahkan dari teknologi yang ada,” tukasnya.
Nailul menilai motif dari masyarakat bermain judi online, di antaranya, untuk mendapatkan dana tambahan dengan mudah dan cepat di tengah tekanan ekonomi kelas menengah ke bawah.
“Yang kita lihat motif dari orang bermain judi online adalah mendapatkan uang dengan cara yang mudah dan cepat. Tanpa ada alat yang terlampau mahal, proses mudah, ya pasti akan dilirik oleh masyarakat yang membutuhkan tambahan pendapatan,” jelas Nailul.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik yang juga CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menilai, judi online hanya menguntungkan para bandar, namun semakin menghancurkan stabilitas nasional.
Dia mengungkap judi online menciptakan ancaman nyata bagi rumah tangga, produktivitas tenaga kerja, hingga sektor ekonomi lainnya.
