Menurut Nanik, potongan video yang beredar hanya menampilkan sebagian menu sehingga menimbulkan kesan seolah paket makanan yang disiapkan tidak memadai.
BGN menegaskan bahwa menu dalam program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Lembaga tersebut juga memastikan setiap polemik yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi bersama pihak terkait.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Nanik.
Di sisi lain, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele marinasi dalam menu MBG didasarkan pada pertimbangan gizi serta ketahanan pangan.
Ia mengatakan proses marinasi bertujuan menjaga kandungan gizi pada ikan sekaligus membantu mempertahankan kualitas bahan pangan sebelum diolah lebih lanjut.
