Arifin menjelaskan pihak sekolah akhirnya memutuskan mengembalikan paket makanan tersebut karena khawatir dapat membahayakan kesehatan siswa.
Selain itu, makanan yang tidak dikonsumsi juga dikhawatirkan menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan sekolah apabila dibiarkan terlalu lama di area sekolah.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik setelah video penolakan paket MBG tersebut beredar luas di media sosial. BGN memastikan akan melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta koordinasi dengan pihak sekolah agar pelaksanaan program MBG di daerah berjalan lebih optimal.(Vinolla)
