Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Biar Tekor Asal Kesohor
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Opini > Biar Tekor Asal Kesohor
Opini

Biar Tekor Asal Kesohor

BULOG, dengan segenap plus minusnya, terbiasa mengerjakan hal-hal "tidak biasa".

Timur
Timur Published 11 Mar 2026, 14:03
Share
10 Min Read
Beras impor Bulog. Foto: Dok Bulog
Ilustrasi beras Bulog. Foto: Dok Bulog
SHARE

BULOG sebagai pelaksana ekspor. Berbeda dengan yang beredar di Tanah Air, beras merek NUSANTARA di bawah bendera brand Befood itu hasil panenan baru. Setelah dibeli dari petani langsung diproses menjadi beras. Beras diolah di PT Padi Indonesia Maju di Serang, Banten, penggilingan padi milik Wilmar. Kata Ahmad Rizal, ada juga yang diolah di sentra penggilingan padi BULOG di Karawang dan Subang, Jawa Barat.

BULOG memiliki 10 sentra pengolahan padi (SPP) dan 7 sentra pengolahan beras di berbagai wilayah. Tiap SPP dilengkapi dryer berkapasitas 120 ton gabah kering panen (GKP)/hari dan 3 unit silo berkapasitas 6.000 ton. Dengan kapasitas giling 6 ton per jam dan asumsi kerja 10 jam sehari dan 25 hari/bulan total produksi hanya 18 ribu ton/bulan atau 306 ribu ton beras/tahun. Produksi riil bisa jauh dibawah asumsi itu.

Kualitas beras yang diekspor tergolong istimewa. Butir patah dan kadar air beras masing-masing di bawah 5% dan 14%. Derajat sosohnya di atas 100%. Karena itu, Ahmad Rizal menamai beras yang dikirim tersebut super premium yang pernah dibuat oleh BULOG. Selama ini beras yang diproduksi BULOG dan pelaku usaha swasta mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) No. 2 Tahun 2023. Di beleid itu kelas mutu beras dibagi menjadi empat: premium, medium, submedium, dan pecah.

Previous Page1234567Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: beras bulog, bulog, ekspor ke arab saudi, jamaah haji, khudori
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 8bceec5cd3e4f764ea0901d8ce4ec66f1 OJK Terbitkan Aturan Baru tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan Alih Pengetahuan di Perbankan
Next Article Gedung Merah Putih KPK. Foto: Dok ipol.id Pasca OTT, Bupati Raja Lebong Jadi Tersangka KPK

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi zodiak untuk minggu baru selalu membawa kemungkinan baru. Foto: Istcok @bymuratdeniz
Gaya hidup

Ramalan Zodiak Minggu Ini 26 April 2026: Cinta Menghangat, Keuangan Perlu Waspada

Olahraga
Kick-Off KLIC FEST 2026: Indonesia Becomes First Host in Asia
26 Apr 2026, 18:12
Politik
Legislator Golkar Soroti Potensi Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta
26 Apr 2026, 14:47
News
Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Digelar Hari Ini
26 Apr 2026, 14:51
Ekonomi
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Surabaya, Solusi Lengkap Hunian, Kendaraan, hingga Liburan dalam Satu Event
26 Apr 2026, 12:21
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?