Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Biar Tekor Asal Kesohor
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Opini > Biar Tekor Asal Kesohor
Opini

Biar Tekor Asal Kesohor

BULOG, dengan segenap plus minusnya, terbiasa mengerjakan hal-hal "tidak biasa".

Timur
Timur Published 11 Mar 2026, 14:03
Share
10 Min Read
Beras impor Bulog. Foto: Dok Bulog
Ilustrasi beras Bulog. Foto: Dok Bulog
SHARE

BULOG, dengan segenap plus minusnya, terbiasa mengerjakan hal-hal “tidak biasa”. Di masa lalu, mengelola surplus menjadi tantangan terberat bagi BULOG setelah Indonesia meraih swasembada beras 1984. Periode 1984-1994, penyaluran beras melalui operasi pasar menurun dratis. Seperti dicatat oleh Sapuan Gafar dan Noer Soetrisno (2026), akhir September 1984 stok beras menumpuk: mencapai 3,3 juta ton.

Agar tidak menumpuk dan rusak, pemerintah menyetujui dilakukan disposal stock dengan cara diekspor. Tapi harga beras dunia anjlok: dari US$220 menjadi US$150 per ton. Harapan dapat cuan tetapi tidak kesampaian. Dalam kurun 1984-1993 tercatat ekspor mencapai 1.573.000 ton dan impor 934.000 ton. Selisih surplus 639 ribu ton beras.

Uraian panjang lebar di atas menunjukkan, dampak ikutan dari pencapaian swasembada beras tidak serta merta menjadikan segala sesuatunya lebih mudah. Ketika kelebihan stok atau surplus cukup besar, ekspor adalah langkah strategis. Akan tetapi, ekspor perlu perencanaan matang dengan tenggat waktu terukur. Itu pasti butuh waktu. Karena harus menyiapkan beras Indonesia dapat berkompetisi di pasar dunia. Itu kalau pilihannya mau berkompetisi. Jika tidak, tak perlu (eksperimen) ekspor segala. (tim)

Previous Page1234567
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: beras bulog, bulog, ekspor ke arab saudi, jamaah haji, khudori
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 8bceec5cd3e4f764ea0901d8ce4ec66f1 OJK Terbitkan Aturan Baru tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan Alih Pengetahuan di Perbankan
Next Article Gedung Merah Putih KPK. Foto: Dok ipol.id Pasca OTT, Bupati Raja Lebong Jadi Tersangka KPK

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi zodiak untuk minggu baru selalu membawa kemungkinan baru. Foto: Istcok @bymuratdeniz
Gaya hidup

Ramalan Zodiak Minggu Ini 26 April 2026: Cinta Menghangat, Keuangan Perlu Waspada

Olahraga
Kick-Off KLIC FEST 2026: Indonesia Becomes First Host in Asia
26 Apr 2026, 18:12
Politik
Legislator Golkar Soroti Potensi Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta
26 Apr 2026, 14:47
News
Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Digelar Hari Ini
26 Apr 2026, 14:51
Ekonomi
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Surabaya, Solusi Lengkap Hunian, Kendaraan, hingga Liburan dalam Satu Event
26 Apr 2026, 12:21
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?