Selanjutnya, aparat BNN melakukan penggeledahan terhadap sebuah unit mobil LCGC dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam proses produksi mephedrone.
Barang bukti tersebut antara lain, jerigen biru berisi ethyl acetate, jerigen warna putih, kotak baju berisi 2 botol kaca happy growth, alkohol 96 persen, jerigen berisi cairan, botol AG+ silver, botol mineral warna hijau, jerigen EA, botol kava metyhlamine, filter, dan botol kaleng.
Setelah menggeledah mobil tersangka, petugas melakukan pengembangan pada Jumat (6/3) sekitar pukul 01.00 WITA di salah satu villa di wilayah Blahbatuh, Gianyar, Bali.
Di lokasi itu, petugas menemukan berbagai bahan dan peralatan clandestine laboratory, antara lain:
1. Platik biru berisi citric acid
2. Container orange berisi kain
3. Tas putih dengan jerigen berisi cairan
4. Jerigen berisi cairan kuning
5. Jerigen berisi cairan coklat
6. Botol coklat Dichloromethane
7. Jerigen isi cairan
8. Gelas dan plastik berisi residu
9. Piring isi residu
10. Plastik klip isi kristal putih (mephedrone)
11. Baskom tutup hijau berisi cairan coklat
12. Botol coklat metyhlamine
13. Botol coklat hydrobromic acid
14. Jerigen isi cairan coklat (3)
15. Jerigen isi cairan bening
16. Kertas saring isi residu
17. Ember hijau berisi coklat isi cairan
18. Plastik hitam isi garam dolpin(2)
19. Botol kaca isi cairan bening (4)
20. Plastik klip isi kristal diduga mephedrone
21. Timbangan digital
22. Plastik gulung bening
23. Fruit dryer
24. Masker respirator
25. Kertas saring
26. Erlenmeyer hisap 2 liter
27. Panci dan gayung
28. Syringe 20ml
