Di lokasi terpisah, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Plaza BPJamsostek Ramdani sejalan dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja informal. Menurut Ramdani, keterlibatan komunitas masyarakat seperti masjid dan pengurus lingkungan menjadi pintu masuk yang strategis untuk menjangkau kelompok pekerja yang selama ini belum terlindungi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
“Langkah yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas perlindungan bagi pekerja informal. Pendekatan melalui komunitas seperti masjid dan lingkungan RT/RW sangat efektif karena berada dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya Jaminan Sosial 9,” ujar Ramdani.
Ramdani menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah DKI Jakarta terus mendorong peningkatan kepesertaan dari kalangan pekerja informal, termasuk pekerja di sektor keagamaan seperti imam, marbot, guru mengaji, serta pengurus lingkungan. Kelompok pekerja tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat, namun masih banyak yang belum memiliki perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya. Menurut Ramdani, melalui kegiatan sosialisasi dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat, BPJSTK berupaya memperluas pemahaman mengenai manfaat program perlindungan pekerja.
