Selain sosialisasi, BPJS Ketenagakerjaan juga menyiapkan inovasi berupa penyediaan fasilitas pembayaran digital QRIS yang akan ditempatkan di sejumlah masjid. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat menyalurkan sedekah iuran untuk membantu perlindungan pekerja rentan dan peserta bukan penerima upah di lingkungan sekitar tempat ibadah.
“Melalui fasilitas QRIS di masjid, masyarakat dapat ikut berpartisipasi memberikan sedekah iuran bagi pekerja rentan di sekitar lingkungan mereka. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, pengurus masjid, dan masyarakat sehingga DKI Jakarta dapat lebih cepat mencapai Universal Coverage Jamsostek,” ujar Ramdani.
Secara nasional, sektor informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan di Indonesia. Data ketenagakerjaan menunjukkan sebagian besar pekerja berada di sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, pengemudi transportasi, hingga pekerja berbasis komunitas.
“Kelompok pekerja ini menghadapi berbagai risiko kerja tanpa perlindungan memadai, sehingga perlu didorong untuk menjadi peserta aktif program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan semakin banyak pekerja yang terlindungi dan ketahanan sosial ekonomi masyarakat dapat semakin kuat,” ungkap Ramdani. (msb/dani)
