“Jakarta tumbuh sebagai kota pertama dan kota utama yang terus berusaha merepresentasikan Indonesia karena kedudukan Jakarta sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Kota Global yang Berbudaya,” kata Mifta.
Pada arus globalisaai seni yang terjadi saat ini, kota-kota kontemporer kian memusatkan pencitraannya melalui kesenian. Pencitraan ini meliputi investasi nilai maupun konservasi nilai melalui kesenian dalam bentuk penggunaan ikon-ikon kesenian sebagai ikon kota, salah satunya melalui gedung pertunjukan.
“Investasi nilai dan konservasi nilai ini pada gilirannya bermuara untuk melembagakan masyarakat membaca dan mendokumentasikan memori. Warga kota bergaul dengan memori maupun kisah-kisah dari kotanya sendiri,” papar Mifta.
“Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata hadir untuk mewakili masyarakat urban Jawa yang ada di Jakarta,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Jakarta berpenduduk 11 juta jiwa, berasal dari segala penjuru tanah air, dalam proses migrasinya membawa serta miliknya, termasuk kekayaan kesenian. Oleh karena itu, di Jakarta tumbuh dan berkembang semua jenis dan corak kesenian milik bangsa.
