IPOL.ID – Gelombang kritik terhadap rencana renovasi rumah jabatan (rujab) Gubernur Kalimantan Timur akhirnya direspons langsung oleh Rudi Mas’ud. Ia menyampaikan permohonan maaf setelah kebijakan tersebut memicu perdebatan luas di masyarakat.
Permintaan maaf itu disampaikan Rudi melalui media sosial pribadinya pada Minggu (26/4) malam, menyusul polemik anggaran renovasi yang mencapai Rp25 miliar.
Sorotan publik terutama tertuju pada sejumlah fasilitas yang dianggap tidak mendesak.
Dalam pernyataannya, Rudi menilai reaksi masyarakat merupakan bentuk kontrol sosial yang wajar dalam sistem pemerintahan.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” katanya.
Menurutnya polemik yang terjadi menjadi refleksi penting, khususnya terkait cara pemerintah mengomunikasikan kebijakan kepada masyarakat.
Komunikasi yang tidak utuh, kata dia, bisa memicu kesalahpahaman dan memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.
