Kemudian, untuk tiga korban yang mengalami sesak pernapasan yakni Ujib, 41, Ahmad Jaelani, 37, dan Sunar, 63, ketiganya beralamat di Purwakarta, juga buruh harian lepas.
Kompol Nurma mengatakan, kronologis kejadian, menurut keterangan saksi pekerja proyek pembangunan itu, seorang mandor memerintahkan pekerja bangunan untuk menguras tempat penampungan air bersih (gelotenk) yang berada di Lantai Basemant.
Kemudian, pada saat proses pekerjaan pembongkaran penutup penampungan air, korban terjatuh ke dalam lubang gelotenk dengan ukuran kedalaman 3 meter, panjang 6 meter, dan lebar 3 meter. Ketika itu korban terjatuh sempat ditolong oleh rekan kerjanya. Namun karena tidak menggunakan perlengkapan keamanan/safety, sehingga rekan kerja korban ikut terjatuh kedalam lubang gelontenk itu.
Saat itu, sang mandor meminta tolong pekerja bangunan yang lainnya untuk mengevakuasi korban yang berada dalam gelontenk (penampungan air bersih).
“Pada saat evakuasi para korban, saksi merasakan ada hawa panas dan engab di sekitar gelontenk,” ungkapnya.
