Suasana rapat menjadi tegang dan alot. Hal itu terjadi ketika Satgas Trisakti yang Wadanlamil Bangka Belitun, Letkol (P) Ridho meluncurkan pertanyaan yang dinilai Poltak menggiring dan berkonotasi menjebak. Data disampaikan Satgas dinilai tidak sesuai dengan PT PMM. Alhasil, adu mulut pun terjadi, yang berujung pada jeda rapat atau rapat diskorsing hingga beberapa menit.
Dalam rapat tersebut, Letkol TNI AL Ridho mempertanyakan matinya Automatic Identification System (AIS) pada Kapal Tongkang Capricorn yang berangkat dari Bangka Belitung hingga di Keperaian Laut Binyu.
Matinya sistem AIS pada Kapal Capricorn, oleh Letkol Ridho dicurigai kesengajaan pihak kapal untuk mengelabui petugas. Padahal, sistem AIS sebagaimana dijelaskan kapten kapal yang ikut dalam acara tersebut, bisa terjadi karena faktor cuaca atau hal teknis berkaitan dengan sistem kapal.
Poltak menyanggah argumen Letkol (P) Ridho. Dia justru balik mempertanyakan KRI Kujang TNI AL Koarmada RI yang menurutnya melakukan dugaan pelanggaran dengan menyetop kapal tanpa dilengkapi Surat Perintah dan sewenang-wenang menangkap kapal, padahal sudah dilengkapi dokumen sah.
