Seluruh korban meninggal dunia mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal di Puskesmas Pulokulon 1.
Korban Luka-luka:
1. VD (10), warga Dusun Prau RT 3 RW 6, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon.
2. Indah Setiyawati (27), warga Dusun Sidorejo RT 5 RW 2, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.
3. Kardi (50), warga Dusun Prau RT 2 RW 6, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon.
4. Darwati (46), warga Dusun Prau RT 2 RW 6, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon.
5. Jakinem (77), warga Dusun Mlowo RT 5 RW 2, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon.
Para korban luka saat ini menjalani perawatan di RSUD Purwodadi dengan berbagai kondisi cedera.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi di perlintasan JPL 52 KM 29+800, jalur antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa KA Argo Bromo Anggrek sempat berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Kradenan untuk pemeriksaan kondisi sarana.
