“Jelas sangat kecewa dengan hasil ini karena target tim sejak awal adalah mempertahankan gelar juara dan bermain di EWC 2026. Banyak evaluasi yang harus kami lakukan, baik secara permainan maupun pengambilan keputusan di dalam pertandingan. Tapi kami percaya tim ini masih punya mental dan kualitas untuk bangkit lebih kuat di musim berikutnya,” ujar Pemain ONIC, Adam Ramdani (ONIC ADAM).
Di sisi lain, Shadow Esports harus menerima kenyataan pahit usai finis di dasar klasemen keseluruhan dengan 119 poin. Padahal, Shadow Esports sempat tampil menjanjikan dengan menutup hari pertama di peringkat ketujuh klasemen sementara. Namun, performa mereka mulai menurun pada hari kedua hingga turun ke posisi ke-10 dengan selisih hanya enam poin dari ONIC. Memasuki hari terakhir, kedua tim Indonesia ini terus saling kejar poin di papan bawah klasemen. Sayangnya, Shadow Esports beberapa kali harus tereliminasi lebih awal sehingga gagal menjaga momentum untuk bertahan di FFWS SEA.
“Kami sudah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, tetapi hasil akhirnya memang belum sesuai harapan. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan selama bermain di FFWS SEA musim ini. Dan ini akan menjadi modal kami untuk bangkit dan kembali lagi ke panggung Asia Tenggara di musim berikutnya,” ujar Pemain Shadow Esports, Juan Daniel Titarsole (SE. JUAN).
