Selain itu, konsep digitalisasi yang tengah dikembangkan Pemkot Jakarta Timur nantinya akan mencakup berbagai aspek usaha, mulai dari pemasaran produk, akses permodalan, hingga penguatan jejaring bisnis.
“Pemasaran memerlukan orang yang bisa memasarkan, lalu untuk menambah modal juga memerlukan sumber-sumber pembiayaan. Semuanya mulai dijalankan di Jakarta Timur,” tukasnya.
Selain digitalisasi, peserta bimtek juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengelolaan usaha seperti teknik pengemasan produk, pengaturan keuangan, dan pengembangan manajemen usaha.
Sehingga Wali Kota Munjirin berharap, melalui pelatihan tersebut pelaku Jakpreneur mampu naik kelas dan memperluas pasar usaha mereka.
“Harapannya para pelaku usaha ini makin berkembang, dapat memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jakarta Timur,” ujar Munjirin.
Materi diberikan dalam pelatihan tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, namun juga mencakup penguatan manajemen usaha secara menyeluruh.
Peserta dibekali pengetahuan mengenai akses permodalan, strategi pemasaran, teknik pengemasan produk (packaging), hingga pengelolaan keuangan usaha.
