IPOL.ID – Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Nur Fajri Romadhon, mengingatkan generasi muda agar mewaspadai fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang kian marak di era media sosial.
Menurutnya, FOMO bukan sekadar tren psikologis, melainkan dapat berkembang menjadi penyakit hati yang berdampak pada kesehatan mental, bahkan fisik, apabila tidak dikelola dengan baik.
Pesan tersebut disampaikan dalam kajian interaktif yang digelar di Masjid KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), akhir pekan kemarin. Dengan gaya santai dan penuh humor, Nur Fajri mengajak peserta memahami fenomena FOMO dari perspektif psikologi, sosiologi, dan ajaran Islam.
Pada awal pemaparannya, ia mengaku pernah merasakan sendiri kecemasan akibat takut tertinggal informasi ketika menunggu kepastian penjemputan menuju sebuah acara. Pengalaman itu, menurutnya, membuat ia semakin memahami bagaimana perasaan tidak nyaman yang dialami banyak anak muda ketika merasa tertinggal dari orang lain.

