“Kalau teman-teman sudah sidang skripsi, kita ikut semangat menyelesaikan skripsi. Kalau teman-teman aktif dalam kegiatan positif, kita ikut termotivasi. Kesuksesan orang lain dijadikan inspirasi, bukan alasan untuk bersedih,” ujarnya.
Di akhir kajian, Nur Fajri juga menganjurkan praktik digital fasting atau puasa digital. Menurutnya, terlalu sering melihat pencapaian dan kemewahan orang lain di media sosial dapat memperparah FOMO.
Ia mengutip firman Allah dalam Surah Thaha ayat 131: “Janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia.”
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk lebih banyak mensyukuri nikmat yang dimiliki daripada terus membandingkan diri dengan kehidupan orang lain.
“Jangan sampai FOMO membuat kita kehilangan ketenangan. Jadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi, bukan sumber kegelisahan. Dengan begitu kita bisa tumbuh menjadi generasi Muslim yang berkualitas,” pungkasnya.

