Pada hari ini, perbaikan infrastruktur darurat berupa pemasangan bronjong dan perbaikan jaringan air bersih di Kecamatan Nokilalaki juga mulai dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari PUM Sulawesi Tengah.
Di sektor mitigasi risiko, tim gabungan juga melakukan pembukaan bendung alami yang terbentuk akibat gempabumi di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora. Kegiatan dilakukan menggunakan jet water untuk membuka material kayu dan bebatuan yang menyumbat aliran sungai.
Langkah ini bertujuan mengurangi penumpukan air dan meminimalkan potensi ancaman banjir bandang maupun aliran material saat terjadi hujan, sesuai arahan dan sebelumnya, Kepala BNPB, Suharyanto, telah melihat langsung ke lokasi terdampak pada Jumat (19/6).
“Masalah potensi banjir bandang jangan dilupakan. Kalau kemudian hujan lalu air tertahan material longsoran di atas, dan bisa terjadi banjir bandang nanti muncul korban baru,” kata Suharyanto, Rabu (24/6).
“Kita sudah sepakat akan bersihkan material longsornya menggunakan pompa alkon dan peralatan lainnya. BNPB nanti akan bantu operasionalnya,” tambahnya.

