“Air ini kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. Kasus seperti ini harus dicek sampai ke bawah. Jangan sampai hari ini satu orang yang mengeluh, besok-besok bertambah banyak,” katanya.
Ia juga memastikan akan menyampaikan temuan tersebut kepada pimpinan Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan di DPRD.
“Nanti saya akan sampaikan kepada pimpinan Fraksi Partai Demokrat bahwa di Dapil 2 Jakarta Utara ditemukan masyarakat yang menyampaikan aspirasi terkait PAM Jaya. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, anggota DPRD yang terpilih dari dapil 2 Jakut tersebut menyesalkan ketidakhadiran perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakut dalam kegiatan reses tersebut.
Menurutnya, absennya Sudin LH sangat disayangkan karena saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah gencar mengampanyekan program pemilahan sampah di tingkat masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini mitra teknis hadir, kecuali LH. Padahal Pak Gubernur sedang gencar mendorong masyarakat memilah sampah. Seharusnya ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk hadir, memberikan penjelasan dan menjawab aspirasi masyarakat,” kata Neneng.
